Kamis, 22 September 2011

Gagasan Katumiri Terrace House

Saya sebagai desainer rumah berteras Katumiri ingin menyampaikan gagasan di balik pembangunan Katumiri Terrace House. Katumiri Terrace House adalah konsep rumah berteras depan dan belakang dengan bangunan yang dapat dimodifikasi baik secara vertikal maupun horizontal menyesuaikan kebutuhan ruangan di masa kini dan depan bagi penghuninya.

Target pasar dari rumah ini adalah kalangan menengah, pasangan muda, keluarga muda, dan eksekutif baru. Ciri utama dari kalangan ini adalah kebutuhan ruang yang tidak terlalu banyak. Sementara itu, ciri lain adalah digunakannya pembiayaan untuk membeli rumah.

Kebutuhan ruang yang dibutuhkan kelas menengah adalah ruang tidur utama, ruang tidur tambahan, ruang keluarga, ruang makan, tempat cuci, dan dapur. Dua hal yang terakhir disebut yakni tempat cuci, dan dapur sering dilupakan oleh desainer perumahan lain. Seiring dengan meningkatnya harga bangunan, tidak keliru developer2 berusaha untuk menciptakan produk yang ekonomis sehingga harga jual dapat memenuhi daya cicil kelas menengah. Namun secara ilmu arsitektur, tidak semua ruang dipangkas untuk sekadar mendapatkan target harga jual.

Seringkali brosur perumahan memiliki kelemahan yang sangat mendasar pada tipe 36 s/d 80m2. Kelemahan itu adalah ketiadaan dapur atau dapur berada di dalam ruang keluarga. Kelemahan lain adalah ketiadaan ruang cuci. Anggaplah harga termurah di tipe 36/72 =300jt untuk developer yang memiliki reputasi. Setelah DP dibayar, apakah biaya yang keluar hanya untuk cicilan? Jawabnya, tidak. Biaya akan bengkak dengan adanya renovasi dapur dan tempat cuci. Anggaplah biaya yang ditambahkan adalah 50jt. Kesimpulanya, harga beli rumah 350jt.

Ruang tidur utama minimum adalah 3,5x3m sehingga net panjangnya adalah 3,35m. Dengan panjang tersebut, kita bisa meletakkan tempat tidur 1,60m dan lemari baju 60cm. Andaikan kita membeli rumah dengan ruang tidur utama sepanjang 3m dengan net 2,85m, bagaimana kita meletakkan lemari baju? Ada juga brosur marketing yang membuat kamar tidur utama 2,75 m berarti net panjangnya 2,6m. Setelah dipotong panjang ayunan pintu 80cm, berarti di kamar tersebut hanya dapat diletakkan matras tidur 1,60m saja.

Dapur adalah kegiatan sehari-hari yang dilakukan siapa saja. Ada juga developer yang meletakkan dapur bersama ruang keluarga. Hal ini juga menimbulkan masalah. Andaikan ada anggota keluarga yang masak terasi, maka baunya akan masuk ke ruang keluarga dan hampir pasti ke semua kamar tidur.

Asumsikan keluarga muda dengan 1 balita. Dengan segala pengorbanan (asal dapat rumah), mengambil keputusan untuk membeli rumah. Hari ini kebutuhan ruang minimum mungkin tercukupi dengan renovasi tambahan dapur dan tempat cuci. Dengan bertambahnya momongan atau memiliki pembantu rumah tangga, tentunya kebutuhan ruang itu meningkat. Satu-satunya pilihan adalah meloteng. Banyak rumah dipasarkan tanpa mengantisipasi kebutuhan masa depan. Alhasil, suntikan kolom dan akses tangga di pojok rumah belakang menjadi satu-satunya pilihan. Karena tidak dipersiapkan, biaya finishing menjadi bengkak karena memperbaiki lantai bangunan yang sudah ada. Sudah keluar biaya masih tidak indah karena tidak memiliki perencanaan. Semuanya serba asal. Asal punya loteng, asal punya tambahan ruangan. Tentunya kita tidak ingin investasi kita menjadi sia-sia bukan?

Hal- hal di atas adalah hanya sebagian dari daftar kesalahan yang masih banyak. Apakah kita dapat mengantisipasi permasalahan tersebut? Jawabnya bisa. Dengan perencanaan yang dituang dalam kertas kerja yang matang, masalah ruang kita hari ini dan yang akan datang dapat direncanakan. Kita beli ruang yang kita butuhkan sekarang dan kita mulai berskenario tentang pengembangan ruangan yang dibutuhkan nantinya. Di sinilah, lahir konsep rumah tumbuh Katumiri Terrace House memenuhi kebutuhan penghuninya.

Masalah keuangan pun dapat dipecahkan dengan sempurna. Kebutuhan keluarga muda adalah ruangan yang tidak terlalu banyak. Harga jual pun dapat ditekan mendekati kebutuhan ruang esensial yang ada. Dengan DP yang rendah dan cicilan sekitar 10-15tahun, Katumiri Terrace House menyiapkan kebutuhan ruangan kelas menengah sekarang juga. Namun dalam jangka 10-15 tahun ke depan, Katumiri Terrace House juga mampu menyiapkan kebutuhan 10-15 tahun ke depan dengan adanya gambar kerja pengembangan yang sudah pasti.

Masih cari rumah "madesu" - masa depan suram?

Salam Pengembang

Note: nantikan sequel kelebihan kita di thread kami di kaskus.

Jumat, 16 September 2011

Katumiri 36C Penyelesaian Proyek + Peta Lokasi=SOLD

Alhamdullilah, akkhirnya Katumiri 36C sudah terbangun. Foto2 penyelesaian proyek bisa dilihat di sini. Ada upload baru beberapa bagian rumah untuk memperjelas beberapa bagian yang kurang jelas (12-9-11). Peta Lokasi juga berada di sini. (6-10-11)

Sabtu, 10 September 2011

Fasilitas Katumiri Outdoor Activities & Surroundings

Ikuti link ini untuk fasilitas resort yang tersedia di Katumiri Outdoor Activities dikenal sebagai KOA. Untuk diketahui, kita baru saja memasang track sepeda terpanjang di Indonesia untuk olahraga extreme bike bernama GEAR BIKE PARK. Lintasan ini dikelola oleh GEAR, Gerlong Event Maker. Lintasan ini diresmikan pada tgl 22 Oktober 2011 oleh Wagub Jabar, Bpk Dede Yusuf.
Sementara itu, lingkungan kompleks perumahan di sekitar Katumiri secara berturutan dari Cihanjuang atas, Terusan Gerlong Hilir, sampai dengan Sariwangi adalah The Sweet Home Cihanjuang, Katumiri, Bumi Asri Cihanjuang, Selaras Cihanjuang, Harmoni Cihanjuang, Taman Cihanjuang 1 & 2, Bumi Asri Sariwangi 1 & 2, Sariwangi Regency, Nirwana Residence, Griya Amanda 1 & 2, Sariwangi City View, Villa Tani Residence, dan Sariwangi SSP. Sebagian data ini diolah dari website Pak Dany Haryanto

Dokumen Marketing Katumiri

Dengan ditandai berakhirnya pembangunan katumiri no.36C, komp. Katumiri Cihanjuang km 5,5. Kami menghadirkan satu lagi karya impian rumah mewah sekelas Setra Duta dengan harga real estate. Silakan untuk mempelajari spesifikasi bangunan pada link marketing ini.
Katumiri 36c = SOLD
CALL: